Selasa, 28 April 2009

PERTEMUAN XIII
EKSPLOITASI KEAMANAN



foto berita artikel Menurut Microsoft penyusup telah berusaha untuk mengeksploitasi lubang keamanan di Excel yang belum diperbaiki. Hal ini menyebabkan seseorang dapat mengambil alih control dari computer yang telah ‘diganggu’. Penyerangan tersebut secara langsung mengeksploitasi kelemahan kode eksekusi jarak jauh yang tidak dikenali di Excel, tentunya dengan bantuan pengguna computer yang bersangkutan untuk membuka sebuah attachment yang dikirimkan melalui email, yang membawa dokumen Excel ‘jahat’. File attachment Excel tersebut juga ditemukan Symantec, khususnya yang terjadi di Jepang, dimana telah ditemukan eksploitasi keamanan yang dilakukan oleh Trojan.Mdropper.AC. Menurut Symantec, Trojan tersebut dapat menyerang system operasi Windows Vista dan XP. “Trojan tersebut akan menampilkan kelemahan yang ada dalam format biner Excel .xls yang lama, bukan format .xlsx yang baru. Dengan membuka spreadsheet yang ‘jahat’ maka akan memperluas kelemahan yang ada. Hal ini menyebabkan shellcode untuk eksekusi dan kemudian mengambil dua file di system, yakni format biner file yang ‘jahat’ dan dokumen Excel yang asli. Shellcode tersebut kemudian akan mengeksekusi file ‘jahat’ yang diambil dan membuka dokumen Excel yang asli, untuk alas an agar user mengira file Excel yang asli telah rusak. Hal ini juga akan semakin parah, ketika user juga membuka spreadsheet yang telah terinfeksi.” ulas Symantec. Microsoft mengatakan bahwa pihaknya sedang bekerja untuk memperbaiki lubang tersebbut dan akan merilis patch-nya segera setelah dilakukan testing secara lengkap. Sementara itu, pengguna Windows juga disarankan untuk tidak membuka file Office dari source yang tidak terpercaya atau yang datang tiba-tiba dan tidak diharapkan. Microsoft menambahkan, kelemahan file Excel ini juga melanda Microsoft Office 2000, 2002, 2003, dan 2007, juga Microsoft Office 2004 dan 2008 untuk Mac.


Anatomi Suatu Serangan Hacking
Dalam serangannya, ia bisa melakukan pemindahan massal terhadap seluruh perangkat jaringan yang diincarnya. Berikut adalah beberapa hal yang biasa dilakukan oleh Attacker untuk menaklukkan sebuah jaringan tanpa kabel :

1. Melacak sinyal dari jarak jauh menggunakan kartu jaringan wireless menggunakan antenna tambahan di luar ruangan.

2. Menjadi anonymous tak dikenal menggunakan firewall bawaan dari produk Microsoft atau peranti lain seperti ZoneAlarm dari Zone Lab untuk melindungi komputernya dari alat pemindai balik IDS (Intrusion Detection System).

3. Mendapatkan IP Address, target access point, dan server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) menggunakan aplikasi seperti NetStumbler atau program wireless client lainnya.

4. Mengeksploitasi kelemahan – kelamahan jaringan wireless dengan cara yang tidak jauh beda dengan yang dilakukan oleh penyusup jaringan pada umumnya. Biasanya Attacker mengincar dengan kesalahan-kesalahan umum, misalnya : default IP, default password, dll

5. Dengan bantuan alat protocol analyzer, penyusup melakukan sniff gelombang udara, mengambil contoh data yang ada di dalamnya dan mencari MAC Address dan IP Address yang valid yang bisa dihubungi.

6. Mencuri data penting dari lalu lintas broadcast untuk memetakan jaringan target.

7. Menggunakan peranti seperti Ethereal untuk membuka data yang didapat dari protokol-protokol transparan seperti Telnet, POP (Post Office Protocol), atau HTTP (HyperText Transfer Protocol) untuk mencari data otentikasi seperti username dan password.

8. Menggunakan program lain, seperti SMAC, untuk melakukan spoofing MAC Address dan menangkap lebih banyak paket data dalam jaringan.

9. Melakukan koneksi ke WLAN target.

10. Memeriksa apakah ia telah mendapatkan IP Address atau tidak. Hal ini dilakukan penyusup secara pasif sehingga sangat sulit dideteksi.

11. Menggunakan alat pemindai kelemahan system dan jaringan untuk menemukan kelemahan pada komputer-komputer pengguna, access point, atau perangkat lainnya.

12. Melakukan eksplorasi jaringan untuk memetakan dan memperpanjang akes ke jaringan Wireless berikutnya.


- Ancaman Wireless LAN -
Pencurian Identitas

Penggunaan Media Access Control (MAC) Address untuk menentukan komputer mana yang berhak mendapatkan koneksi dari jaringan nirkabel sudah sejak lama dilakukan, meskipun sebenarnya tidak memberikan perlindungan yang berarti dalam sebuah jaringan komputer apapun.
Penyusup mampu melakukan pencurian identitas dengan teknik spoofing (pencurian) MAC untuk menggandakan Service Set Identifier (SSID) dan MAC Address yang notabene adalah PIN akses jaringan.
Penyusup yang berpengalaman mampu menggunakan SSID dan MAC dari komputer lain untuk mengerjai jaringan – mencuri bandwidth atau men-download file, misalnya.
Meskipun jaringan telah dilengkapi dengan enkripsi data atau VPN (Virtual Private Network), MAC Address masih bisa dilacak dan di-spoof. Informasi mengenai MAC Address bisa diperoleh dari program seperti Kismet. Untuk melakukan pencurian identitas, penyusup akan menggunakan program spoofing atau secara manual mengubahnya melalui registry (jika pengguna beroperasi pada sistem Microsoft Windows).

Beberapa Istilah Mengenai Serangan Hacker

1. Port Scanning

Metode Port Scanning biasanya digunakan oleh penyerang untuk mengetahui port apa saja yang terbuka dalam sebuah sistem jaringan komputer. Tetapi metode yang sama juga dapat digunakan oleh pengelola jaringan komputer untuk menjaga jaringan komputernya.
Sebuah port yang terbuka menandakan adanya aplikasi jaringan komputer yang siap menerima koneksi. Aplikasi ini dapat menjadi pintu masuk penyerang ke dalam sistem jaringan komputer sebuah organisasi. Oleh karena itu sangat penting bagi seorang pengelola jaringan komputer untuk tahu secara pasti, aplikasi jaringan komputer apa saja yang berjalan dan siap menerima koneksi pada sebuah host.
Apabila ditemukan bahwa ada port yang terbuka dan tidak sesuai dengan perencanaan yang ada, maka aplikasi yang berjalan pada port tersebut harus segera dimatikan agar tidak menjadi lubang keamanan.
Cara kerja port scanner adalah dengan cara mengirimkan paket inisiasi koneksi ke setiap port yang sudah ditentukan sebelumnya. Apabila ternyata port scanner menerima jawaban dari sebuah port, maka ada aplikasi yang sedang bekerja dan siap menerima koneksi pada port tersebut.
Karena implementasinya yang cukup mudah dan informasinya yang cukup berguna, maka sering kali port scanning dilakukan sebagai tahap awal sebuah serangan.
Untuk dapat melakukan penyerangan, seorang cracker perlu mengetahui aplikasi apa saja yang berjalan dan siap menerima koneksi dari lokasinya berada.
Port Scanner dapat meberikan informasi ini.
Untuk dapat mendeteksi adanya usaha untuk melakukan scanning jaringan, seorang pengelola jaringan dapat melakukan monitoring dan mencari paket-paket IP yang berasal dari sumber yang sama dan berusaha melakukan akses ke sederetan port, baik yang terbuka
maupun yang tertutup.
Apabila ditemukan, pengelola jaringan dapat melakukan konfigurasi
firewall untuk memblokir IP sumber serangan. Hal ini perlu dilakukan secara berhati-hati, karena apabila dilakukan tanpa ada toleransi, metode ini dapat mengakibatkan seluruh
jaringan Internet terblokir oleh firewall organisasi.
Oleh sebab itu, perlu ada keseimbangan antara keamanan dan performa dalam usaha mendeteksi kegiatan port scanning dalam sebuah jaringan komputer.

2. DoS (Denial of Service)

Denial of Services dan Distributed Denial of Services adalah sebuah metode serangan yang bertujuan untuk menghabiskan sumber daya sebuah peralatan jaringan komputer sehingga layanan jaringan komputer menjadi terganggu.
Salah satu bentuk serangan ini adalah 'SYN Flood Attack', yang mengandalkan kelemahan dalam sistem 'three-way-handshake'. 'Three-way-handshake' adalah proses awal dalam melakukan koneksi dengan protokol TCP. Proses ini dimulai dengan pihak klien mengirimkan paket dengan tanda SYN. Lalu kemudian pihak server akan menjawab dengan mengirimkan paket dengan tanda SYN dan ACK. Terakhir, pihak klien akan mengirimkan paket ACK. Setelah itu, koneksi akan dinyatakan terbuka, sampai salah satu pihak mengirimkan paket FIN atau paket RST atau terjadi connection time-out. Dalam proses
'three-way-handshake', selain terjadi inisiasi koneksi, juga terjadi pertukaran data-data parameter yang dibutuhkan agar koneksi yang sedang dibuat dalam berjalan dengan baik.
Dalam serangan ini, sebuah host akan menerima paket inisiasi koneksi (Paket dengan flag SYN) dalam jumlah yang sangat banyak secara terus menerus. Akibatnya host yang sedang diserang akan melakukan alokasi memori yang akan digunakan untuk menerima koneksi tersebut dan karena paket inisiasi terus-menerus diterima maka ruang memori yang dapat digunakan untuk menerima koneksi akan habis. Karena semua ruang memori yang dapat digunakan untuk menerima koneksi sudah habis, maka ketika ada permintaan baru untuk
melakukan inisiasi koneksi, host ini tidak dapat melakukan alokasi memori sehingga permintaan baru ini tidak dapat dilayani oleh host ini. Untuk menghindari pelacakan, biasanya paket serangan yang dikirimkan memiliki alamat IP sumber yang dipalsukan.

3. Packet Sniffing

Packet Sniffing adalah sebuah metode serangan dengan cara mendengarkan seluruh paket yang lewat pada sebuah media komunikasi, baik itu media kabel maupun radio. Setelah paket-paket yang lewat itu didapatkan, paket-paket tersebut kemudian disusun ulang sehingga data yang dikirimkan oleh sebuah pihak dapat dicuri oleh pihak yang tidak berwenang.
Hal ini dapat dilakukan karena pada dasarnya semua koneksi ethernet adalah koneksi yang bersifat broadcast, di mana semua host dalam sebuah kelompok jaringan akan menerima paket yang dikirimkan oleh sebuah host. Pada keadaan normal, hanya host yang menjadi tujuan paket yang akan memproses paket tersebut sedangkan host yang lainnya akan mengacuhkan paket-paket tersebut. Namun pada keadaan tertentu, sebuah host bisa merubah
konfigurasi sehingga host tersebut akan memproses semua paket yang dikirimkan oleh host lainnya.
Cukup sulit untuk melindungi diri dari gangguan ini karena sifat dari packet sniffing yang merupakan metode pasif (pihak penyerang tidak perlu melakukan apapun, hanya perlu mendengar saja). Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini, yaitu:
 Secara rutin melakukan pemeriksaan apakah ada host di jaringan kita yang sedang dalam mode promiscuous, yaitu sebuah mode dimana host tersebut akan memproses semua paket yang diterima dari media fisik. Akan tetapi hal ini hanya akan melindungi diri kita terhadap packet sniffer yang berada pada satu kelompok jaringan dengan kita. Penyerang yang melakukan sniffing dari luar jaringan komputer kita tidak akan terdeteksi dengan menggunakan metode ini.
 Mempergunakan SSL atau TLS dalam melakukan pengiriman data. Ini tidak akan mencegah packet sniffer untuk mencuri paket yang dikirimkan, akan tetapi paket-paket yang dicuri tidak bisa dipergunakan karena dikirimkan dengan menggunakan format yang terenkripsi.
 Melakukan koneksi VPN, sehingga tetap bisa mempergunakan aplikasi yang tidak mendukung SSL atau TLS dengan aman.

4. IP Spoofing

IP Spoofing adalah sebuah model serangan yang bertujuan untuk menipu seseorang. Serangan ini dilakukan dengan cara mengubah alamat asal sebuah paket, sehingga dapat melewati perlindungan firewall dan menipu host penerima data. Hal ini dapat dilakukankarena pada dasarnya alamat IP asal sebuah paket dituliskan oleh sistem operasi host yang mengirimkan paket tersebut. Dengan melakukan raw-socket-programming, seseorang dapat
menuliskan isi paket yang akan dikirimkan setiap bit-nya sehingga untuk melakukan pemalsuan data dapat dilakukan dengan mudah.
Salah satu bentuk serangan yang memanfaatkan metode IP Spoofing adalah 'man-in-the-middle-attack'. Pada serangan ini, penyerang akan berperan sebagai orang ditengah antara dua pihak yang sedang berkomunikasi. Misalkan ada dua pihak yaitu pihak A dan pihak B lalu ada penyerang yaitu C. Setiap kali A mengirimkan data ke B, data tersebut akan dicegat oleh C, lalu C akan mengirimkan data buatannya sendiri ke B, dengan menyamar sebagi A.
Paket balasan dari B ke A juga dicegat oleh C yang kemudian kembali mengirimkan data 'balasan' buatannya sendiri ke A. Dengan cara ini, C akan mendapatkan seluruh data yang dikirimkan antara A dan B, tanpa diketahui oleh A maupun C.
Untuk mengatasi serangan yang berdasarkan IP Spoofing, sebuah sistem operasi harus dapat memberikan nomor-urut yang acak ketika menjawab inisiasi koneksi dari sebuah host. Dengan nomor urut paket yang acak, akan sangat sulit bagi seorang penyerang untuk dapat melakukan pembajakan transmisi data. Selain itu, untuk mengatasi model serangan 'man-in-the-middle-attack', perlu ada sebuah
metode untuk melakukan otentikasi host yang kita hubungi. Otentikasi dapat berupa digital-certificate yang eksklusif dimiliki oleh host tersebut. Konfigurasi firewall yang tepat juga dapat meningkatkan kemampuan jaringan komputer
dalam menghadapi IP Spoofing. Firewall harus dibuat agar dapat menolak paket-paket dengan alamat IP sumber jaringan internal yang masuk dari interface yang terhubung dengan jaringan eksternal.

5. DNS Forgery

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mencuri data-data penting orang lain adalah dengan cara melakukan penipuan. Salah satu bentuk penipuan yang bisa dilakukan adalah penipuan data-data DNS. DNS adalah sebuah sistem yang akanmenterjemahkan nama sebuah situs atau host menjadi alamat IP situs atau host tersebut.
Cara kerja DNS cukup sederhana, yaitu sebuah host mengirimkan paket (biasanya dengan tipe UDP) yang pada header paket tersebut berisikan alamat host penanya, alamat DNS resolver, pertanyaan yang diinginkan serta sebuah nomor identitas. DNS resolver akan mengirimkan paket jawaban yang sesuai ke penanya. Pada paket jawaban tersebut terdapat nomor identitas, yang dapat dicocokkan oleh penanya dengan nomor identitas yang dikirimnya. Oleh karena cara kerja yang sederhana dan tidak adanya metode otentikasi dalam sistem komunikasi dengan paket UDP, maka sangat memungkinkan seseorang untuk berpura-pura menjadi DNS resolver dan mengirimkan paket jawaban palsu dengan nomor
identitas yang sesuai ke penanya sebelum paket jawaban dari DNS resolver resmi diterima oleh penanya. Dengan cara ini, seorang penyerang dapat dengan mudah mengarahkan seorang pengguna untuk melakukan akses ke sebuah layanan palsu tanpa diketahui pengguna tersebut. Sebagai contoh, seorang penyerang dapat mengarahkan seorang pengguna Internet Banking untuk melakukan akses ke situs Internet Banking palsu yang dibuatnya untuk mendapatkan data-data pribadi dan kartu kredit pengguna tersebut.
Untuk dapat melakukan gangguan dengan memalsukan data DNS, seseorang membutuhkan informasi-informasi di bawah ini :
♠ Nomor identitas pertanyaan (16 bit)
♠ Port tujuan pertanyaan
♠ Alamat IP DNS resolver
♠ Informasi yang ditanyakan
♠ Waktu pertanyaan.
Pada beberapa implementasi sistem operasi, informasi diatas yang dibutuhkan seseorang untuk melakukan penipuan data DNS bisa didapatkan. Kunci dari serangan tipe ini adalah, jawaban yang diberikan DNS resolver palsu harus diterima oleh penanya sebelum jawaban yang sebenarnya diterima, kecuali penyerang dapat memastikan bahwa penanya tidak akan menerima jawaban yang sebenarnya dari DNS resolver yang resmi.

6. Smurf Bentuk lain dari serangan DOS adalah 'Smurf Attack' yang mempergunakan paket ping request. Dalam melakukan penyerangan, penyerang akan mengirimkan paket-paket ping request ke banyak host dengan merubah alamat IP sumber menjadi alamat host yang akan diserang. Host-host yang menerima paket ping request tersebut akan mengirimkan paket balasan ke alamat IP host korban serangan. Untuk serangan dapat mengganggu sistem korban, host yang menjawab paket ping request harus cukup banyak. Oleh karena itu, biasanya paket ping request akan dikirimkan ke alamat broadcast dari sebuah kelompok jaringan komputer, sehingga host-host pada kelompok jaringan komputer tersebut secara otomatis akan menjawab paket tersebut. 7. Wabbit Istilah ini mungkin asing, tapi memang ada malware tipe ini. Seperti worm, wabbit tidak membutuhkan suatu program dan dokumen untuk bersarang. Tetapi berbeda dengan worm yang menyebarkan diri ke komputer lain menggunakan jaringan, wabbit menggandakan diri secara terus-menerus didalam sebuah komputer lokal dan hasil penggandaan itu akan menggerogoti sistem. Kinerja komputer akan melambat karena wabbit memakan sumber data yang lumayan banyak. Selain memperlambat kinerja komputer karena penggunaan sumber daya itu, wabbit bisa deprogram untuk memiliki efek samping yang efeknya mirip dengan malware lain. Kombinasi-kombinasi malware seperti inilah yang bisa sangat berbahaya. 8. Backdoor Sesuai namanya, ini ibarat lewat jalan pintas melalui pintu belakang. Dengan melanggar prosedur, malware berusaha masuk ke dalam sistem untuk mengakses sumber daya serta file. Berdasarkan cara bekerja dan perilaku penyebarannya, backdoor dibagi menjadi 2 grup. Grup pertama mirip dengan Kuda Troya. Mereka secara manual dimasukkan ke dalam suatu file program pada perangkat lunak dan kemudian ketika perangkat lunak itu diinstall, mereka menyebar. Grup yang kedua mirip dengan worm. Backdoor dalam grup ini dijalankan sebagai bagian dari proses boot. Ratware adalah sebutan untuk backdoor yang mengubah komputer menjadi zombie yang mengirim spam. Backdoor lain mampu mengacaukan lalu lintas jaringan, melakukan brute force untuk meng-crack password dan enkripsi., dan mendistribusikan serangan distributed denial of service. 9. Exploit Exploit adalah perangkat lunak yang menyerang kerapuhan keamanan (security vulnerability) yang spesifik namun tidak selalu bertujuan untuk melancarkan aksi yang tidak diinginkan. Banyak peneliti keamanan komputer menggunakan exploit untuk mendemonstrasikan bahwa suatu sistem memiliki kerapuhan. Memang ada badan peneliti yang bekerja sama dengan produsen perangkat lunak. Peneliti itu bertugas mencari kerapuhan dari sebuah perangkat lunak dan kalau mereka menemukannya, mereka melaporkan hasil temuan ke si produsen agar si produsen dapat mengambil tindakan. Namun begitu exploit kadang menjadi bagian dari suatu malware yang bertugas menyerang kerapuhan keamanan. 10. Keylogger Hati-hati kalau berinternet di warnet. Bisa saja pada komputer di warnet itu diinstall suatu perangkat lunak yang dikenal dengan istilah keylogger yang mencatat semua tekanan tombol keyboard. Catatan yang disimpan dalam suatu file yang bisa dilihat kemudian itu lengkap. Di dalamnya bisa terdapat informasi seperti aplikasi tempat penekanan tombol dilakukan dan waktu penekanan. Dengan cara ini, seseorang bisa mengetahui username, password dan berbagai informasi lain yang dimasukkan dengan cara pengetikan. Pada tingkat yang lebih canggih, keylogger mengirimkan log yang biasanya berupa file teks itu ke seseorang. Tentu saja itu dilakukan tanpa sepengetahuan si korban. Pada tingkat ini pula keylogger bisa mengaktifkan diri ketika pengguna komputer melakukan tindakan tertentu. Misalnya begini. Ketika pengguna komputer membuka situs e-banking, keylogger aktif dan mencatat semua tekanan pada keylogger aktif dan mencatat semua tekanan pada keyboard aktif dan mencatat semua tekanan pada keyboard di situs itu dengan harapan nomor PIN dapat dicatat. Keylogger ini cukup berbahaya karena secanggih apa pun enkripsi yang diterapkan oleh suatu website, password tetap dapat diambil. Pasalnya, password itu diambil sebelum sempat dienkripsi oleh system. Jelas dong. Keylogger merekam sesaat setelah password diketikkan dan belum diproses oleh system. 11. Malware Malware adalah program komputer yang diciptakan dengan maksud dan tujuan utama mencari kelemahan software. Umumnya Malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating sistem. Contoh dari malware adalah Virus, Worm, Wabbit, Keylogger, Browser Hijacker, Trojan Horse, Spyware, Backdoor, Dialer, Exploit dan rootkit . 12. Rootkit Rootkit dimasukkan ke dalam komputer oleh penyerang setelah computer berhasil diambil alih. Rootkit berguna untuk menghapus jejak penyerangan, seperti menghapus log dan menyembunyikan proses malware itu sendiri. Rootkit juga bisa mengandung backdoor agar di hari depan nanti, si penyerang bisa kembali mengambil alih system. Rootkit ini sulit di deteksi, pasalnya rootkit ditanam pada system operasi di level kernel, level inti sistem operasi. Cara terbaik yang bisa diandalkan untuk mendeteksi ada tidaknya rootkit di komputer adalah dengan mematikan komputer dan boot ulang tidak dengan harddisk melainkan dengan media lain seperti CD-ROM atau disket USB. Rootkit yang tidak berjalan tak dapat bersembunyi dan kebanyakan antivirus dapat mengidentifikasikannya. Produsen perangkat keamanan biasanya telah mengintegrasikan pendeteksi rootkit di produknya. Meskipun rootkit di menyembunyikan diri selama proses pemindaian berjalan, antivirus masih bisa mengenalinya. Juga bila rootkit menarik diri dari system untuk sementara, antivirus tetap dapat menemukannya dengan menggunakan deteksi “sidik jari” alias byte unik dari rootkit. Rootkit memang cerdik. Dia bisa menganalisis proses-proses yang sedang berjalan. Andai ia mencurigai suatu proses sebagai tindak tanduk antivirus, ia bisa menyembunyikan diri. Ketika prose situ selesai, ia aktif kembali. Ada beberapa program yang bisa dipakai untuk mendeteksi adanya rootkit pada system. Rootkit detector kit, chkrootkit dan Rkhunter adalah contoh yang bisa digunakan. 13. Spyware Spyware adalah perangkat lunak yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna komputer tanpa diketahui oleh si pengguna itu. Informasinya bisa yang tidak terlampau berbahaya seperti pola berkomputer, terutama berinternet, seseorang sampai yang berbahaya seperti nomor kartu kredit, PIN untuk perbankan elektronik (e-banking) dan password suatu account. Informasi tentang pola berinternet, telah disebutkan, tidak terlampau berbahaya. Situs yang dikunjungi, informasi yang kerap dicari, obrolan di ruang chat akan dimata-matai oleh si spyware. Selanjutnya, informasi itu digunakan untuk menampilkan iklan yang biasanya berupa jendela pop-up. Iklan itu berhubungan dengan kebiasaan seseorang berinternet. Misalnya kerap kali seseorang mencari informasi mengenai kamera digital. Jendela pop-up yang muncul akan menampilkan, misalnya situs yang berdagang kamera digital. Adware adalah istilah untuk spyware yang begini. Penyebaran spyware mirip dengan Trojan. Contohnya, flashget. Ketika flashget yang dipakai belum diregister, flashget bertindak sebagai spyware. Coba saja hubungkan diri ke internet, jalankan flashget yang belum diregister, cuekin computer beberapa saat, pasti muncul jendela internet explorer yang menampilkan iklan suatu situs.


Sebagai seorang manusia, sifat lupa sudah merupakan hal alamiah yang kerap kali kita alami. Suatu ketika dengan maksud agar orang lain tidak bisa Login pada Friendster kita, kemudian kita mempergunakan password yang sangat kompleks, namun “senjata makan tuan” justru kita sendiri yang pada akhirnya mengalami kesulitan, karena lupa terhadap password yang kompleks tersebut, hingga akhirnya kita tidak bisa Login.

Nah bila anda termasuk orang yang sering lupa akan password anda, atau malah anda sekarang sedang mengalami masalah dimana anda tidak ingat lagi sama password email, friendster facebook, atau password untuk login ke windows XP, langkah berikut mungkin bisa membantu anda untuk mengingat dan menebak password anda.

> Mencoba password alternatif

Kebanyakan orang mempergunakan satu, dua buah password untuk account-account yang berbeda. Password yang satu, biasanya untuk hal-hal sangat serius, misal untuk Login ke alamat email utama dan password kedua (dan ini adalah password alternatif) untuk Login ke “tempat-tempat umum”, misal website yang memerlukan password untuk login. Nah, kalau anda lupa password “utama” anda, ada baiknya anda coba dulu password alternatif yang biasa anda pakai.

> Nama Anda

Cobalah berbagai alternatif password dengan mempergunakan kombinasi nama anda. Menggunakan password dengan kombinasi nama sendiri memang bukanlah sebuah langkah yang bijak dan kurang aman, namun hal seperti ini justru masih sering dipergunakan oleh kebanyakan orang, dan mungkin termasuk anda sendiri.

Sebagai contoh bila nama anda adalah Cepi Nugraha Pratama, maka kombinasi umum yang akan sering terjadi adalah :

  • Cepi123
  • CepiNP
  • Ipec
  • PratamaCN
  • CNpratama

> Nama Teman, kekasih atau Keluarga

Kebanyakan orang sering mempergunakan nama orang-orang terdekatnya sebagai password, nah bila anda punya seseorang yang special dalam hidup anda, dan orang tersebut begitu berarti, ada baiknya anda mencoba menggunakan kombinasi nama orang tersebut sebagai password.

> Ulang Tahun

Tanggal ulang tahun masih sering dipergunakan sebagai password, dan ini biasanya kadang dikombinasikan dengan menggunakan nama anda. Misal bila nama anda Cepi Nugraha Pramata lahir pada tanggal 1 Juli 1988, maka beberapa kemungkinan password yang tercipta adalah

  • CNP010788
  • 1988CNP
  • Cepijuli
  • CN88
  • 010788cepiNP

Itu hanya beberapa kombinasi yang mungkin tercipta, anda masih bisa mengembangkan beberapa kombinasi yang mungkin bisa dilakukan.

> Informasi Rumah, Kantor atau sekolah

Masih ada kok orang yang mempergunakan informasi rumah, kantor atau malah sekolah/ kampusnya untuk dipergunakan sebagai password. Misal No. telepon, No. Rumah dan terkadang nama jalan dari rumah/kantor/sekolah tersebut. Jadi kenapa tidak anda coba informasi-informasi tersebut untuk menebak password anda.

> Nama Hewan Peliharaan

Anda punya kucing di rumah dan kucing tersebut bernama “meong”, kenapa tidak ada coba nama hewan peliharaan anda sebagai password, soalnya masih sering dan bahkan banyak orang yang mempergunakan nama hewan peliharaan sebagai password.

> Kenangan masa kecil

Saat kecil kita pasti pernah mengidolakan seseorang, atau mengagumi tokoh kartun atau bangga terhadap seorang superhero. Nah, kenapa tidak anda pergunakan informasi kenangan masa kecil ini untuk menebak password anda.

> Nomor Penting

Tak bisa dipungkiri setiap orang punya nomor penting dalam hidupnya. misalnya nomor HP sang kekasih hati, atau malah nomor hp sendiri. Tidak ada salahnya anda mencoba berbagai alternatif dari nomor tersebut untuk menebak password anda. Sebagai catatan : banyak orang mempergunakan 4 dikit terakhir dari nomor hp nya yang dikombinasikan dengan namanya sendiri sebagai password, jadi tidak ada salahnya bila anda mencoba kombinasi seperti ini.

> Password umum

Alternatif lain untuk menebak password, adalah dengan mempergunakan kata-kata umum yang biasa digunakan sebagai password, misalnya :

  • Password
  • 123456
  • Qwerty
  • Abc123
  • Password1

Bila berbagai langkah diatas masih juga tidak berhasil memecahkan masalah anda, dan anda masih tidak bisa menemukan password anda. Alternatif terakhir mungkin mempergunakan program-program khusus yang dirancang untuk membantu menemukan password (Password Recovery). Untuk kombinasi huruf yang sedikit, misal 4 sampai 6 huruf, program tersebut bisa dengan cepat menemukan password anda, tapi bila anda sudah mempergunakan password dengan kombinasi huruf yang banyak, misal lebih dari 20 huruf, program-program tersebut akan memerlukan waktu yang mungkin agak lama.

Aplikasi ini dibuat pake VB6 (“kalo gak salah”) Kemampuannya sesuai dengan namanya yaitu untuk mengunci atau menyembunyikan folder, file maupun drive!!! Hanya dengan meng-Cut-Paste kan folder atau file yang ingin disembunyikan in directory “Program Files\Folder Lock\Locker”!!! dan hanya bisa dibuka dengan Password yang valid!!! Truz kalo kita lupa or gak tau passwordnya gimana??? Tenang2x, apa’an sich yang gak mungkin di Dunia ini, Preman aja bisa insaf (iya gak???) Nah yang kita perlukan untuk experimen kita kali ini :

• Folder Lock 5.2.8 cari aja di Abang Google (“Gw pake versi trialnya”)
• Regmon v6.06 cari juga di Abang Google
• Rokok biar gak dikata culun!!!hehe33x!!!

Let’s go kita berexperimen sekarang :
1. 1st, install dulu folder locknya, selesai install program langsung launch, nah kita disuruh isi passwordnya, karna ini Cuma experimen gimana kalo kita isi dengan “abcd” klik Set lalu isi sekali lagi kemudian klik Ok lalu klik lock, program tertutup dengan sendirinya. Kaya yang udah gw bilang kita Cuma experimen, anggap aja kita lupa Passwordnya, pura2x lupa ghitu. Jalanin lagi programnya kemudian isi dengan “4L13N” klik Ok alhasil diomelin, karna passwordnya invalid.

2. Sekarang coba buka registry editor “HKLM\SOFTWARE\Folder Lock\Logs”. Lihat, disana terdapat informasi di string Log1 yaitu “N31L4-on blablabla” coba perhatikan, itu adalah password salah yang kita masukan tadi tapi terbalik (“N31L4 DIBALIK 4L13N”) mungkin itu salah satu enkripsi password pada program ini. truz passwordnya dimana??

3. Next… sekarang coba jalanin program Regmon, pilih menu Option-Filter\Highlight…. Ato tekan (Ctrl+L), muncul kotak dialog, pada text Box Include ketik “folder lock.exe” tanpa kutip lalu klik Ok. Next jalanin Folder Lock, coba lihat regmon banyak sekali registry yang diUpload. Untuk mempermudah pilih menu Edit-Clear Display ato (Ctrl+X), kembali ke folder lock, coba masukan sembarang password lalu enter, coba lihat lagi di Regmon, kita sudah dapat informasi yang berharga disini. (“Apa Mungkin Passwordnya Ada disana?”)


4. Lanjut… Nah sekarang kita Running keRegistry editor buka key tersebut, ternyata benar, ini dia yang kita cari di string _pack tertulis “edcb~~~~~~~~~~~~~”, masih ingatkan password yang kita input tadi “abcd”, Loh kok beda??? Jawabannya adalah enkripsi!!! Masih ingat enkripsi dinomor 2, oke kita coba “edcb DIBALIK bcde” loh kok masih beda?? Sedangkan passwordnya “abcd”!!! perhatikan sekali lagi pake logika anda!!! Ya benar setelah dibalik menjadi “bcde”. Sekarang kita coba hurup apa sebelum hurup tsb. “b” hurup sebelumnya yaitu “a”, kemudian “c” hurup sebelumnya yaitu “b”, kemudian “d” hurup sebelumnya yaitu “c” dan terakhir “e” hurup sebelumnya yaitu “d”, Jadi kalau digabung menjadi “abcd”. Lalu gimana dengan tanda dibelakangnya?? Itu hanya sebuah penanda sebagai sisa karakter yang boleh kita input sebagai password!!! Tidak percaya ?? coba anda change password dengan tanda tsb ato lebih dari semua karakter yang ada disana, menurut perhitungan gw 16 digit/char.


Gambaran mengenai hacker yang berupa orang gila komputer yang lusuh, kini sudah tidak tepat lagi. Dengan adanya Internet siapa pun dengan sedikit kemauan dan kegigihan bisa menjadi hacker. Hacking kini sudah menjadi kegiatan untuk memanfaatkan waktu luang, terutama oleh para hackeramatir yang dikenal sebagai script kiddies Untuk melindungi komputer anda sewaktu berinternet, anda perlu mengetahui cara kerja hacker mengakses suatu sistem.
Gambarannya sebagai berikut:

Hacking merupakan ’seni’ tersendiri yang melibatkan proses mencari serpihan-serpihan informasi yang bertebaran di mana-mana dan seolah-olah tidak ada hubungannya satu sama lainnya. Untuk memberi gambaran tentang keseluruhan proses hacking, di bawah ini disajikan langkah-langkah logisnya.

  1. Footprinting. Mencari rincian informasi terhadap sistem-sistem untuk dijadikan sasaran, mencakup pencarian informasi dengan search engine, whois, dan DNS zone transfer.
  2. Scanning. Terhadap sasaran tertentu dicari pintu masuk yang paling mungkin. Digunakan ping sweep dan portscan.
  3. Enumeration.Telaah intensif terhadap sasaran,yang mencariuser accountabsah, network resource and share, dan aplikasi untuk mendapatkan mana yang proteksinya lemah.
  4. Gaining Access. Mendapatkan data lebih banyak lagi untuk mulai mencoba mengakses sasaran.Meliputi mengintip dan merampas password,menebak password, serta melakukan buffer overflow.
  5. Escalating Privilege. Bila baru mendapatkan user password di tahap sebelumnya,di tahap ini diusahakan mendapat privilese admin jaringan dengan password cracking atau exploit sejenis getadmin, sechole, atau lc_messages.
  6. Pilfering. Proses pengumpulan informasi dimulai lagi untuk mengidentifikasi mekanisme untuk mendapatkan akses ke trusted system. Mencakup evaluasi trust dan pencarian cleartext password di registry,config file,dan user data.
  7. Covering Tracks. Begitu kontrol penuh terhadap sistem diperoleh,maka menutup jejak menjadi prioritas. Meliputi membersihkan network log dan penggunaan hide tool seperti macam-macam rootkit dan file streaming.
  8. Creating Backdoors.Pintu belakang diciptakan pada berbagai bagian dari sistem untuk memudahkan masuk kembali ke sistem ini dengan cara membentuk user account palsu,menjadwalkan batch job,mengubah startup file, menanamkan servis pengendali jarak jauh serta monitoring tool,dan menggantikan aplikasi dengan trojan.
  9. Denial of Service. Bila semua usaha di atas gagal, penyerang dapat melumpuhkan sasaran sebagai usaha terakhir.Meliputi SYN flood,teknik-teknik ICMP, Supernuke, land/latierra, teardrop, bonk, newtear, trincoo, smurf,dan lain-lain.

Pada tahap 1 (footprinting), hacker baru mencari-cari sistem mana yang dapat disusupi. Footprinting merupakan kegiatan pencarian data berupa:

  • Menentukan ruang lingkup (scope) aktivitas atau serangan
  • Network enumeration
  • Interogasi DNS
  • Mengintai jaringan

Semua kegiatan ini dapat dilakukan dengan tools dan informasi yang tersedia bebas di Internet. Kegiatan footprinting ini diibaratkan mencari informasi yang tersedia umum melalui buku telepon. Tools yang tersedia untuk ini di antaranya

  • Teleport Pro: Dalam menentukan ruang lingkup, hacker dapat men-download keseluruhan situs-situs web yang potensial dijadikan sasaran untuk dipelajari alamat, nomor telepon,contact person,dan lain seagainya.
  • Whois for 95/9/NT: Mencari informasi mengenai pendaftaran domain yang digunakan suatu organisasi. Di sini ada bahaya laten pencurian domain (domain hijack).
  • NSLookup: Mencari hubungan antara domain name dengan IP address.
  • Traceroute 0.2: Memetakan topologi jaringan, baik yang menuju sasaran maupun konfigurasi internet jaringan sasaran.

Tahap 2 atau scanning lebih bersifat aktif terhadap sistem-sistem sasaran.Di sini diibaratkan hacker sudah mulai mengetuk-ngetuk dinding sistem sasaran untuk mencari apakah ada kelemahannya. Kegiatan scanning dengan demikian dari segi jaringan sangat ‘berisik’ dan mudah dikenali oleh sistem yang dijadikan sasaran,kecuali menggunakan stealth scanning. Scanning tool yang paling legendaris adalah nmap (yang kini sudah tersedia pula untuk Windows 9x/ME maupun DOS), selain SuperScan dan UltraScan yang juga banyak digunakan pada sistem Windows. Untuk melindungi diri anda dari kegiatan scanning adalah memasang firewall seperti misalnya Zone Alarm, atau bila pada keseluruhan network,dengan menggunakan IDS (Intrusion Detection System) seperti misalnya Snort.

Tahap 3 atau enumerasi sudah bersifat sangat intrusif terhadap suatu sistem. Di sini penyusup mencari account name yang absah,password,serta share resources yang ada. Pada tahap ini,khusus untuk sistem-sistem Windows, terdapat port 139 (NetBIOS session service) yang terbuka untuk resource sharing antar-pemakai dalam jaringan. Anda mungkin berpikir bahwa hard disk yang di-share itu hanya dapat dilihat oleh pemakai dalam LAN saja. Kenyataannya tidak demikian.NetBIOS session service dapat dilihat oleh siapa pun yang terhubung ke Internet di seluruh dunia! Tools seperti Legion,SMBScanner ,atau SharesFinder membuat akses ke komputer orang menjadi begitu mudah (karena pemiliknya lengah membuka resource share tanpa password).

Tahap 4 atau gaining access adalah mencoba mendapatkan akses ke dalam suatu sistem sebagai user biasa.Ini adalah kelanjutan dari kegiatan enumerasi,sehingga biasanya di sini penyerang sudah mempunyai paling tidak user account yang absah,dan tinggal mencari passwordnya saja.

Bila resource share-nya diproteksi dengan password, maka passwordini dapat saja ditebak (karena banyak yang menggunakan password sederhana dalam melindungi komputernya).Menebaknya dapat secara otomatis melalui dictionary attack (mencobakan kata-kata dari kamus sebagai password) atau brute-force attack (mencobakan kombinasi semua karakter sebagai password).Dari sini penyerang mungkin akan berhasil memperoleh logon sebagai user yang absah.

Tahap 5 atau Escalating Privilege mengasumsikan bahwa penyerang sudah mendapatkan logon access pada sistem sebagai user biasa. Penyerang kini berusaha naik kelas menjadi admin (pada sistem Windows) atau menjadi root (pada sistem Unix/Linux).
Teknik yang digunakan sudah tidak lagi dictionary attack atau brute-force attack yang memakan waktu itu, melainkan mencuri password file yang tersimpan dalam sistem dan memanfaatkan kelemahan sistem. Pada sistem Windows 9x/ME password disimpan dalam file .PWL sedangkan pada Windows NT/2000 dalam file .SAM.
Bahaya pada tahap ini bukan hanya dari penyerang di luar sistem,melainkan lebih besar lagi bahayanya adalah ‘orang dalam’ yaitu user absah dalam jaringan itu sendiri yang berusaha ‘naik kelas’ menjadi admin atau root.

Pada tahap 6, 7, dan 8 penyerang sudah berada dan menguasai suatu sistem dan kini berusaha untuk mencari informasi lanjutan (pilfering),menutupi jejak penyusupannya (covering tracks),dan menyiapkan pintu belakang (creating backdoor) agar lain kali dapat dengan mudah masuk lagi ke dalam sistem.
Adanya Trojan pada suatu sistem berarti suatu sistem dapat dengan mudah dimasuki penyerang tanpa harus bersusah payah melalui tahapan-tahapan di atas, hanya karena kecerobohan pemakai komputer itu sendiri.

Terakhir, denial of service, bukanlah tahapan terakhir, melainkan kalau penyerang sudah frustrasi tidak dapat masuk ke dalam sistem yang kuat pertahanannya,maka yang dapat dilakukannya adalah melumpuhkan saja sistem itu dengan menyerangnya menggunakan paket-paket data yang bertubi-tubi sampai sistem itu crash. Denial of service attack sangat sulit dicegah,sebab memakan habis bandwidth yang digunakan untuk suatu situs. Pencegahannya harus melibatkan ISP yang bersangkutan. Para script kiddies yang pengetahuan hacking-nya terbatas justru paling gemar melakukan kegiatan yang sudah digolongkan tindakan kriminal di beberapa negara ini.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar